Home » , , , » Pengobatan Disleksia Untuk Anak

Pengobatan Disleksia Untuk Anak

Posted by CB Blogger

Pengobatan Disleksia Untuk Anak

http://emutwae.blogspot.com/2015/03/pengobatan-disleksia-untuk-anak.html
Penyakit disleksia ini ketika mulai menyerang seorang anak maka kemunculannya hampir tidak memiliki gejala umum seperti penyakit lain. Hanya saja jika putra/putri Anda sudah lama memiliki tanda tanda kesulitan menulis, membaca, bahkan merasa kesulitan membedakan huruf atau angka, Anda harus waspada siapa tau itu memang tanda awal penyakit ini menyerang putra/putri Anda. Jika Anda sudah merasa bahwa tanda tanda tersebut ada di putra/putri Anda, segeralah Anda mencari Pengobatan Disleksia Untuk Anak yang alami, dan jangan lupa aman juga terhadap kelangsungan otak, tanpa efek samping yang berakibat buruk pada anak Anda. Maka disinilah Anda dituntut untuk cerdas dan selektif dalam memilh alternatif pengobatan.

Definisi penyakit disleksia

Disleksia adalah kerusakan pada kemampuan otak untuk menerjemahkan tulisan yang diterima oleh mata menjadi bahasa yang bermakna. Kelainan ini juga disebut ketidakmampuan membaca. Disleksia juga bisa disebut ketidakmampuan belajar yang paling sering terjadi pada anak-anak.

Gejala penyakit disleksia

Gejala penyakit disleksia dapat sulit disadari sebelum anak masuk sekolah, tetapi beberapa gejala awal dapat mengidentifikasi masalah tersebut. Ketika anak mencapai usia sekolah, guru dari anak mungkin menjadi yang pertama menyadari masalah tersebut. Simaklah penjelasan lebih lengkap dibawah ini :

Sebelum sekolah
Tanda dan gejala anak yang mungkin berisiko disleksia antara lain :

- Terlambat berbicara.
- Menambah kosa kata dengan lambat.
- Kesulitan "rhyming" (rima kata).

Usia Sekolah
Ketika anak di sekolah, gejala disleksia mungkin menjadi lebih terlihat, termasuk di antaranya :
  • Membaca pada tingkat (level) di bawah apa yang diharapan untuk usia anak.
  • Bermasalah dalam memproses dan memahami sesuatu yang anak dengar.
  • Kesulitan dalam memahami secara utuh instruksi yang cepat.
  • Bermasalah dalam mengikuti instruksi lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan.
  • Ketidakmampuan untuk mengucapkan pelafalan dari kata-kata yang tidak familiar.
  • Kesulitan melihat (dan pada saat tertentu mendengar) persamaan dan perbedaan di dalam surat/kata-kata.
  • Melihat surat/ kata-kata secara terbalik (b untuk d atau "saw" untuk "was") walaupun melihat kata-kata atau surat secara terbalik itu biasa untuk anak kecil, yang tidak mengalami disleksia, di bawah umur 8 tahun. Anak yang mengalami disleksia akan terus melihat secar terbalik setelah melewati umur tersebut.
  • Kesulitan mengeja.
  • Sulit mempelajari bahasa asing.

Penyebab dan faktor resiko

Ketidakmampuan dalam belajar adalah kondisi yang memunculkan perbedaan antara kemampuan seseorang dan performanya. Kebanyakan orang yang memiliki penyakit disleksia ini dikarenakan faktor genetik dari keluarga serta resiko jika dibiarkan terlalu lama maka penyakit ini akan terus ada dalam keturunan keluarga tersebut.

Terapi apa yang tepat untuk penyakit disleksia ?

Sebenarnya disleksia merupakan penyakit menetap yang artinya tetap ada pada suatu individu yang telah menjadi penderita. Sebagian referensi lain menyebutkan disleksia ini termasuk gangguan atau masalah kronis.
Jadi sangat kecil kemungkinannya ada kesembuhan. Namun ada beberapa penderita disleksia terlihat seolah-olah sembuh di masa dewasanya. Dalam hal ini sebenarnya penyakitnya tidak lah sembuh. Gejala disleksia yang dialami si penderita bisa saja berangsur menghilang saat dewasa jika si penderita mampu mengatasi kesulitan yang diakibatkan penyakitnya itu. Jadi, terapi yang tepat untuk mengatasi penyakit disleksia ini yaitu dengan Pengobatan Disleksia Untuk Anak secara alami. Setidaknya dengan pengobatan ini bisa membantu meringankan beban anak ketika dia berusaha untuk mengatasi kesulitannya sendiri.

Cara pencegahan agar terhindar dari penyakit disleksia

Tidak ada pencegahan yang spesifik yang bisa dilakukan. Paling tidak ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh anak disleksia. Misalnya : duduk di bangku depan saat dalam kelas membuat waktu belajar khusus untuk latihan disleksia-nya. Misalnya dengan banyak membaca. Tidak harus buku pelajaran. Begitu juga dengan melatih membaca angka dengan melihat jam (bila perlu beri dia jam tangan). Orang dewasa juga berperan dalam perkembangan anak disleksia. Jangan selalu menekan mereka. Mereka ini juga sudah cukup sulit sebenarnya menderita penyakit ini. Tidak jarang mereka membandingkan diri dengan teman-temannya yang lain yang normal. Sangatlah dianjurkan jika orang dewasa tetap mau mendukung dan memotivasi anak-anak disleksia!


0 komentar:

Post a Comment